Gedung Pencakar Langit Pertama di Paris dalam 40 Tahun Terakhir Akan Dibangun

Setelah hampir 40 tahun, sebuah gedung pencakar langit baru akan segera menghiasi pemandangan kota Paris. Bangunan berbentuk segitiga atau disebut dengan Tour Triangle atau Triangle Tower ini sebelumnya sempat ditentang oleh masyarakat dan politisi negara tersebut hingga akhirnya disetujui oleh dewan kota setempat.

Dewan kota pun sempat menolak ide tersebut. Namun, karena pemungutan suara pertama dianggap tidak sah, dilakukan pemungutan suara kedua yang berhasil memperoleh perizinan untuk gedung setinggi 180 meter (600 kaki) itu. Penolakan ini sangat wajar terjadi mengingat Paris sudah cukup lama mempertahankan pemandangan langit kota yang horizontal seperti abad ke-19.

Tour Triangle nantinya akan menjadi bangunan tertinggi ketiga, setelah Menara Eiffel (324 meter) dan Montparnasse Tower (209 meter) yang selesai pada tahun 1973. Setelah selesai pembangunan Montparnasse Tower itulah dibuat peraturan mengenai batas ketinggian gedung yang hanya sekitar 36 meter karena juga banyaknya kritik dari masyarakat. Peraturan itu kini telah dihapus pada 2010 lalu.

Desain untuk Tour Triangle sendiri telah diterbitkan sejak tahun 2008. Gedung ini didesain oleh Herzog & de Meuron yang juga telah membangun banyak bangunan terkenal, seperti Bird’s Nest Stadium di Beijing, The Allianz Arena di Munich, dan Serpentine Gallery Pavilion di London. Seluruh permukaan Tour Triangle akan ditutup oleh kaca dan membuatnya seolah “tak terlihat” di langit kota.

Proyek ini akan memakan dana sekitar 500 juta Euro dengan fasilitas, seperti 120 kamar hotel berbintang empat, restoran, sky bar, dan lebih dari 70.000 meter persegi untuk perkantoran. Meski begitu, bila dari sudut tertentu, Tour Triangle akan terlihat tinggi dan ramping dan jika dari sudut lain akan mirip dengan sebuah piramid.

Sumber: designboombgrarchdailydezeen

Comments

Popular posts from this blog

Tugas 3 Sistem Input/Output Pada Komputer

Rectifier (Penyearah Gelombang) dan Jenis-jenisnya

SCR (Silicon Controlled Rectifier) dan Prinsip Kerjanya